VARIASI SOSIAL BAHASA: KERAGAMAN BERDASAR KELAS SOSIAL

oleh Agung Widiyantoro, S.Pd.

Bahasa hidup dan berkembang di dalam masyarakat. Bahasa dapat berkembang sebab digunakan oleh manusia sebagai penutur bahasa untuk kebutuhan berinteraksi dan berkomunikasi sesuai dengan kepentingan. Kenyataannya masyarakat tidaklah tersusun atas unsur yang homogen tetapi memiliki heterogenitas tinggi. Artinya, masyarakat sangat beragam baik dari segi agama, status sosial, pendidikan, pekerjaan, gender, dan usia. Meskipun beaneka ragam, tuntutan interaksi dan komunikasi antarkelompok berbeda tidak bisa dihindari sebab manusia adalah makhluk sosial. Selanjutnya, interaksi dan komunikasi tersebut mengharuskan penggunaan bahasa yang bermakna dan mudah dipahami antarpenutur dari kelompok berbeda. Tidak hanya itu, kelompok-kelompok masyarakat pengguna bahasa sering menggunakan kekhususan bahasa yang mewakili karakteristik kelompoknya. Kekhususan bahasa tersebut sering hanya diketahui oleh pengguna bahasa dari kelompoknya saja sedang penutur dari kelompok lain tidak tahu. Misalnya, bahasa-bahasa yang digunakan oleh anak remaja atau usia SMP & SMA terkadang tidak dipahami orang dewasa. Sebab cenderung menggunakan kosakata khusus sesuai dengan tingkat usia remaja.

BAHASA DAN KELAS SOSIAL

Bentuk-bentuk bahasa yang ada dalam masyarakat berdasar kacamata sosiolinguistik sangat dipengaruhi oleh faktor sosial. Salah satunya adalah kelas sosial dalam masyarakat. Lalu, apa itu kelas sosial? Sumarsono (2007: 43) menjelaskan bahwa kelas sosial (social class) mengacu pada golongan masyarakat yang mempunyai kesamaan tertentu dalam bidang kemasyarakatan seperti ekonomi, pekerjaan, pendidikan, kedudukan, kasta, dan sebagainya. Di sisi lain, Thomas dan Wareing (2004:144) mengatakan bahwa kelas sosial sulit untuk didefinisikan. Ia menambahkan jika pembicaraan kelas sosial dikaitkan dengan tinggi dan rendahnya kelas, dapat diasumsikan bahwa masyarakat dapat distratifikasi berdasarkan kelas. Artinya, anggota masyarakat dapat dikelompokkan pada lapisan sosial tertentu berdasar pertimbangan kesamaan dan kesetaraan yang menunjukkan lapisan sosial tinggi dan rendah. Secara umum dalam kelas sosial ini dibicarakan masalah kelas tinggi, menengah, rendah atau kelas pekerja.

Pendapat Sumarsono (2007) dan Thomas & Wareing (2004)tidaklah berbeda jauh, hanya perlu digarisbawahi persamaan kedua pendapat itu. Pada intinya, kelas sosial merupakan pengelompokkan masyarakat yang memunyai persamaan dan kesetaraan pada lapisan dan bidang-bidang tertentu. Akibatnya dikenal istilah kelas sosial buruh, kelas sosial pejabat, kelas sosial terdidik dan tak terdidik, dan lain sebagainya. Namun perlu diperhatikan bahwa kelas sosial bersifat terbuka yang memungkinkan adanya mobilitas sosial, yaitu berpindahnya seseorang dari kelas ke kelas. Selanjutnya, bagaimana kaitan antara bentuk-bentuk bahasa dan kelas sosial? Informasi mengenai hal ini akan terjawab dengan penyajian hasil penelitian para ahli berikut.

William Labov: the social stratification of ‘r’ in New York City department stores.

Labov adalah ahli sosiolinguistik Amerika, pada tahun 1962 Ia melakukan survei untuk mengetahui hubungan antara kelas sosial dan variasi bahasa di Amerika Serikat, khususnya di kota New York City. Penelitian ini didasarkan pada kriteria pendidikan, pekerjaan dan penghasilan. Labov ingin menemukan apakah pelafalan fonem “r” membedakan kelas sosial penutur. Lokasi penelitian itu adalah tiga supermarket yang telah dipilih dengan dasar kriteria tertentu. Supermarket pertama kategori kelas sosial tinggi, supermarket kedua kategori kelas sosial menengah, dan ketiga kategori kelas sosial rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang yang berbelanja di supermarket kategori kelas sosial rendah jarang sekali memunculkan pelafalan fonem ‘r’, sementara di dua supermarket lain frekuensi kemunculannya sama atau lebih banyak daripada yang ada di supermarket ketiga. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kehadiran dan ketidakhadiran lafal ‘r’ pada kata tertentu sangat berkaitan dengan kelas sosial.

Peter Trudgill: Diferensiasi sosial penutur bahasa Inggris di Norwich.

Peter Trudgill seorang ahli sosiolinguistik di Inggris pada 1974 melakukan penelitian skala besar di Norwich. Ia ingin menemukan apakah faktor sosial memainkan bagian pada pembicaraan orang-orang di Norwich. Asumsi dasarnya adalah orang di kelas sosial tinggi lebih dekat pada bentuk-bentuk prestige  pada ujarannya. Penelitian Trudgill menggambarkan bahwa posisi/kedudukan seseorang yang berada di kelas sosial tinggi semakin dekat dengan bentuk bahasa prestige. Dengan kata lain, semakin formal situasi percakapan orang cenderung semakin dekat dengan bahasa yang prestige. Atau dapat dikatakan, semakin rendah kelas sosial semakin banyak penggunaan bahasa nonbaku yang ditemukan.

SIMPULAN

Di Indonesia fenomena seperti dua hasil penelitian di atas tergambar jelas. Orang-orang yang berada di kelompok/golongan pekerjaan, pendidikan, dan ekonomi akan memiliki perbedaan bentuk bahasa. Sebagai contoh, orang yang berlatar belakang pendidikan berbeda tentu akan memiliki bahasa yang berbeda pula. Orang yang berpendidikan tinggi (Sarjana) akan mudah menggunakan bentuk bahasa formal daripada orang berpendidikan rendah (tidak lulus SD/SD saja). Begitu pula yang terjadi pada orang berlatar belakang pekerjaan berbeda. Misalnya orang yang bekerja sebagai tukang becak cenderung menggunakan bahasa tidak formal, kasar, dan kurang menjaga prestige. Sementara itu, orang yang pekerjaannya guru tentu tidak demikian. Pada akhirnya, hasil penelitian Labov (1962) dan Trudgill (1974) memang menunjukkan fakta bahwa kelas sosial berkaitan erat dengan bentuk-bentuk bahasa. Semakin prestige kelas sosial semakin menggunakan bentuk bahasa yang standar/baku. Begitu pula sebaliknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s