Hakikat Pragmatik

Gambar

Bahasa adalah sebuah sistem, sehingga memiliki berbagai unsur yang terkandung di dalamnya. Bahasa pun dapat diurai ke dalam unsur-unsur pembentuknya, seperti fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Selain itu, bahasa juga merupakan sistem tanda. Hal ini mengandung arti bahwa bahasa yang digunakan itu mewakili hal atau benda yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan masyarakat. Secara eksplisit, bahasa itu memiliki makna. Dengan demikian, bahasa dapat digunakan untuk fungsi komunikatif kepada sesama pengguna bahasa.

Berkaitan dengan hal di atas, Barry (2008:137) menjelaskan bahwa ketika seseorang menggunakan bahasa pasti dilakukan dengan tujuan tertentu, sehingga tujuan utama seseorang adalah menyampaikan tujuan tersebut kepada orang lain/pendengar. Namun ada banyak ujaran dalam bahasa bersifat ambigu atau memiliki lebih dari satu makna. Akibatnya, tujuan yang dimaksudkan penutur sering tidak sama dengan makna yang ditangkap oleh mitra tutur. Hal tersebut dijelaskan oleh Parera (2004:3) bahwa ujaran yang secara struktur bunyi, dan morfologis-sintaksis sama, tidak selalu mempunyai tujuan dan fungsi sama. Misalnya, seorang guru mengatakan “Wah, papan tulisnya kotor sekali Nak.” Ujaran tersebut memang berupa kalimat deklaratif, namun ketika ujaran itu disampaikan di kelas bisa jadi memiliki makna suruhan. Hal-hal semacam inilah yang akan dikaji melalui pragmatik.

PENGERTIAN PRAGMATIK

Yule (1996:3) memberikan empat macam batasan mengenai pengertian pragmatik. Pertama, Pragmatics is the study of speaker meaning. Pengertian pertama ini mengandung maksud bahwa pragmatik memfokuskan pada kajian bagaimana makna ujaran yang dikomunikasikan oleh penutur (penulis) dan bagaimana ujaran tersebut diinterprestasikan oleh pendengar atau pembaca. Kedua, Pragmatics is the study of contextual meaning. Pengertian kedua menjelaskan bahwa kajian pragmatik melibatkan interpretasi apa yang dimaksud orang dalam konteks tertentu dan bagaimana konteks berpengaruh pada apa yang dikatakan.

Ketiga, Pragmatics is the study of how more gets communicated than is said. Pengertian ketiga ini, memaparkan bahwa pragmatik mengeksplorasi bagaimana pendengar dapat membuat kesimpulan tentang apa yang dikatakan dalam rangka untuk mencapai penafsiran arti yang dimaksudkan oleh pembicara. Dapat pula diartikan bahwa pragmatik berusaha menginvestigasi makna pertuturan yang tidak terkatakan atau tidak tampak. Keempat, pragmatics is the study of the expression of relative distance. Pengertian terakhir menjelaskan bahwa pembicara menentukan seberapa banyak yang perlu dikatakan terkait dengan seberapa jauh atau dekat pendengar.

Di lain pihak, Barry (2008:138) mendefinisikan pragmatik sebagai area kajian bahasa yang menaruh perhatian pada bentuk dan penggunaan bahasa dalam konteks. Terkadang orang memilih berbagai bentuk bahasa berbeda ketika ia berada dalam konteks berbeda pula. Namun ada pula orang yang secara sengaja menggunakan bentuk bahasa unik dalam konteks tertentu untuk memperoleh efek tertentu dari pendengar. Misalnya, ketika dalam pembelajaran guru menyisipkan humor agar siswa tertawa.

Lebih lanjut, Wijana (2011:4-5) juga menyampaikan bahwa pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa secara eksternal, yaitu terkait dengan penggunaan bahasa dalam komunikasi. Definisi pragmatik menurut Wijana (2011) dan Barry (2008) ini memiliki unsur sama, yaitu mengkaji bentuk/struktur bahasa dan penggunaan bahasa dalam komunikasi. Dengan demikian, kajian bahasa dengan pendekatan pragmatik akan selalu berkaitan dan terikat dengan konteks. Pakar linguistik lain seperti Brown (2008:255) menegaskan tentang pentingnya pragmatik dalam menyampaikan dan menafsirkan makna melalui pembahasan analisis wacana dan analisis percakapan.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas, dapat dirumuskan definisi pragmatik yaitu ilmu bahasa yang menitikberatkan kajian pada penafsiran makna bahasa yang digunakan dalam konteks komunikasi tertentu. Komunikasi selalu terjadi dengan konteks tertentu dan melibatkan pembicara/penulis serta pendengar/pembaca. Penutur melalui bahasa yang digunakan bermaksud menyampaikan maksud tertentu yang harus diinterpretasikan mitra tutur. Dengan demikian, ada beberapa kata kunci dalam pragmatik, yaitu konteks komunikasi, bentuk bahasa, maksud pembicara, dan interpretasi pendengar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s